Jepang
Bus di Jepang
2015-08-11 08:16:23
HIS Travel

Jepang mungkin dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki jaringan kereta api dan subway terumit di dunia. Kereta dan subway pun menjadi moda transportasi andalan bagi penduduk Jepang dan juga wisatawan yang datang ke Jepang. Namun perlu diketahui juga bahwa bus juga memegang peranan penting dalam moda transportasi Jepang. Untuk beberapa kota yang tidak terlalu besar seperti di Kyoto, bus menjadi moda transportasi utama mengalahkan kereta dan subway karena bus dapat menjangkau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh kereta dan subway.

Angkutan bus sebagian besar dikelola oleh perusahaan swasta. Beberapa diantaranya, yaitu: JR Bus, Willer Express, Nishitetsu, Nohi Bus, Fujikyu Bus, dan Keio Bus. Namun yang terbesar adalah JR Bus dan Willer Express. Selain beroperasi di dalam kota, bus juga melayani jalur-jalur antar kota. Willer Express adalah perusahaan bus yang lebih banyak mengakomodasikan untuk perjalanan jarak jauh.

Secara umum, bus di Jepang terbagi ke dalam tiga kategori berikut: bus dalam kota, highway bus (atau bus jalan tol), dan bus wisata. Bus dalam kota, atau bus lokal merupakan bus yang bergerak di dalam kota saja. Bus ini menjadi moda transportasi kedua di kota besar seperti di Tokyo, namun menjadi moda transportasi utama untuk di kota kecil dan menengah. Highway bus merupakan bus yang bergerak di jalan tol dan fungsinya sebagai alat transportasi untuk berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Sedangkan bus wisata merupakan jenis bus yang dioperasikan dengan tujuan untuk wisata dan bukan untuk digunakan sehari-hari. Yang termasuk dalam jenis bus wisata ini seperti shuttle bus dan sightseeing bus.

Ketika kamu naik bus di Jepang, sebaiknya ketahuilah beberapa hal berikut.

  • Ketahui Halte dan jadwal bus

Di setiap stasiun kereta api biasanya terdapat terminal bis yang melayani baik untuk jalur dalam kota maupun untuk jalur antar kota. Di jepang, untuk naik bus penumpang harus menunggu di halte karena bus dilarang berhenti di sembarang tempat. Halte di Kepang tidak seperti di Indonesia. Tidak ada tempat duduk dan atap. Halte di Jepang hanya ditandai dengan adanya plang bertanda bus. Di plang tersebut juga tertera jadwal kedatangan bus. Bus di Jepang hampir selalu tepat waktu dan biasanya lewat setiap 10 menit sekali. Seandainya telat pun hanya sekitar 2-3 menit atau bisa lebih cepat beberapa menit dari jadwal. Patokan tersebut memudahkan untuk tahu kapan waktu yang tepat untuk menunggu bus.

  • Ketahui rute bus

Sama seperti di kereta dan subway, bus di Jepang juga bergerak berdasarkan rute/jalur tertentu. Pada plang tersebut biasanya tertera nomor bus, jadwal datang, dan rute yang dilalui. Biasanya jalur tersebut diwakili oleh angka maupun warna yang bisa dilihat di peta rute bus. Jadi, sebelum naik bus, pastikan kamu tahu rute yang dilalui. Jangan asal naik. Kalau di halte yang terdekat tidak ada halte yang kamu tuju, kamu mungkin saja harus pindah jalur beberapa kali sebelum bisa mencapai halte yang dituju.

  • Tetap jaga ketertiban saat di halte

Jepang terkenal dengan negara yang tertib. Ketika mengantre, mereka akan berdiri secara berurutan dari yang baru partama sampai yang terakhir datang. Begitupun dengan kamu yang akan datang ke Jepang.

  • Ketahui tarif bus

Harga tiket bus berbeda-beda untuk setiap kota. Sebelumnya ketahui dulu jenis harga yang berlaku dalam sebuah bus. Ada yang berdasarkan zona, yaitu tarif bertambah seiring dengan bertambahnya jarak tempuh; ada juga yang menerapkan regular charge/flat charge.

Untuk bus yang memberlakukan harga berdasarkan zona, berikut ini adalah langkah-langkahnya. Ketika bus datang, naik di pintu bagian tengah (bagian depan untuk orang keluar), lalu ambillah tiket. Jangan lupa untuk mengambil tiket, karena tiket tersebut akan menjadi patokan berapa harga yang harus kamu bayar ketika turun di halte tujuanmu. Bus di Jepang menggunakan metode seperti argo taksi, yang semakin jauh perjalananmu, makan akan semakin mahal harga yang harus kamu bayar. Namun tidak usah bingung, karena di atas supir, ada papan digital dengan kolom bertuliskan 1,2,3,4 dst yang nantinya akan terisi dengan angka yang berbeda di setiap kolomnya.

Kamu hanya perlu melihat harga di kolom yang akan menjadi tempat pemberhentianmu, dan bayar (sebaiknya bayar dengan uang receh/koin) di mesin yang terletak di samping sopir.  Masukkan tiketmu bersama dengan uang yang kamu bayar. Bayarlah dengan uang pas, karena kalau uang yang kamu bayar kurang, kamu akan ditegur oleh supir dan jika berlebih, kamu tidak akan mendapatkan uang kembalian. Tetapi kalau kamu tidak memiliki koin, kamu bisa menukar uang secara otomatis di mesin yang sama.

  • Gunakan IC Card jika kamu memilikinya

Kalau kamu merasa pembayaran dengan tunai atau dengan tiket itu sangat membingungkan dan merepotkan, kamu bisa menggunakan IC Card untuk membayar tarif bus. IC Card adalah kartu langganan kereta yang juga bisa digunakan untuk naik bus. Kamu tinggal melakukan tap kartu ke box yang telah disediakan di dekat supir.

  • Jangan malu untuk bertanya

Kalau kamu merasa tersesat atau kebingungan, jangan malu untuk bertanya ke supir atau penumpang. Kalau mereka tidak mengerti bahasa Inggris, coba katakan destinasi tujuan atau peta. Penduduk Jepang akan membantu kamu untuk mencapai tujuan yang kamu inginkan.

  • Tekan tombol untuk berhenti

Saat mendekati halte tujuan, tekan tombol yang terdapat di dinding maupun tiang di dekat tempat kamu duduk. Tombol tersebut berfungsi untuk memberitahu supir bus jika kamu akan turun di pemberhentian berikutnya.

Semoga bermanfaat.

H.I.S Tours & Travel memiliki 273 cabang di Jepang, yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada kamu. Serahkan perjalanan ke Jepang kamu pada H.I.S!

http://his-travel.co.id/

https://www.facebook.com/HISTravelIndonesia